Minta Kejaksaan dan Kepolisian Periksa Kualitas Pekerjaan P3-TGAI di Baji Pa’Mai Maros

Terkini 27 Aug 2026 16:22 2 min read 16 views By Kahar

Share berita ini

Minta Kejaksaan dan Kepolisian Periksa Kualitas Pekerjaan P3-TGAI di Baji Pa’Mai Maros
MAROS ; Aktivis meminta aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan dan Kepolisian, turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap kualitas pekerjaan...

MAROS — Aktivis meminta aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan dan Kepolisian, turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap kualitas pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kelurahan Baji Pa’Mai, Kabupaten Maros.

 

Permintaan tersebut mencuat setelah adanya dugaan bahwa kualitas hasil pekerjaan di lapangan tidak sesuai dengan standar teknis yang seharusnya. Salah satu yang menjadi sorotan adalah campuran semen yang diduga kurang kuat, sehingga dikhawatirkan dapat memengaruhi daya tahan dan usia konstruksi irigasi.

 

Aktivis meminta pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan tenaga teknis yang kompeten. Pemeriksaan tidak hanya sebatas melihat kondisi fisik bangunan, tetapi juga mengukur volume, ketebalan konstruksi, kualitas material, komposisi campuran semen, serta kesesuaian pekerjaan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis.

 

“Yang kami soroti adalah kualitas pekerjaan. Ada dugaan campuran semen yang digunakan tidak cukup kuat. Karena itu, kami meminta aparat penegak hukum turun langsung melakukan pemeriksaan dan pengujian teknis agar persoalan ini menjadi terang,” ujar seorang aktivis.

 

Menurutnya, pekerjaan irigasi yang menggunakan anggaran pemerintah harus memiliki kualitas yang baik karena berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat, terutama para petani. Jika konstruksi dibuat dengan kualitas yang rendah, dikhawatirkan bangunan cepat mengalami kerusakan dan akhirnya membutuhkan anggaran perbaikan kembali.

 

Aktivis juga meminta dilakukan pengujian apabila diperlukan, termasuk pemeriksaan mutu beton atau material konstruksi oleh pihak yang memiliki kompetensi. Hal tersebut penting untuk memastikan apakah dugaan campuran semen yang tidak kuat tersebut benar secara teknis atau tidak.

 

“Kami tidak ingin langsung menuduh adanya pelanggaran. Biarkan aparat dan tenaga ahli melakukan pemeriksaan secara objektif. Kalau memang sesuai standar, tentu harus disampaikan. Tetapi kalau ditemukan ketidaksesuaian, harus ada tindak lanjut,” tegasnya.

 

Selain kualitas campuran semen, aktivis meminta aparat memeriksa kesesuaian antara pekerjaan yang terpasang di lapangan dengan dokumen perencanaan, RAB, volume pekerjaan, serta spesifikasi yang ditetapkan dalam program P3-TGAI.

 

Mereka berharap Kejaksaan dan Kepolisian Kabupaten Maros dapat merespons aspirasi tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan anggaran negara yang digunakan melalui program P3-TGAI benar-benar menghasilkan infrastruktur irigasi yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Suara Celebes News